Langsung ke konten utama

Qanun berbasis Gampong

Peugoet Kembali Nanggroe Dengan Qanun Berbasis Gampong


Foto : Sikap  Kepedulian  warga terhadap carut-marut dunia

QANUN GAMPONG merupakan win win solution atas semua permasalahan sosial kemasyarakatan yang dapat mengakomodir  segala  aspek  kehidupan  dalam Gampong di seluruh wilayah hukum Aceh. Untuk membuat kesepatan  ini tidak lah  memakan  banyak waktu  juga menghemat biaya  atau tidak menguras uang  negara seperti yang dilakonkan para wakil  rakyat dan  pejabat eksekutif  di gedung DPRA/K  maupun di hotel  - hotel berbintang. Hanya dengan  membangun kembali  semangat gotong royong  & kebersamaan  maka cita-cita PEUGOET KEMBALI NANGGROE Insyaallah akan terealisasi.
Tata laksananyapun sangat simple hanya butuh kesadaran & kepedulian sosial warga Gampong yang di pelopori oleh Tgk Imum, Tuha Peut,Geuchik & tokoh kepemudaan. Sering sekali  Kita mendengar keluh kesah masyarakat baik itu terkait dengan  kenakalan remaja, masalah keagamaan, masalah warga pendatang (ureung tamoeng), hilang budaya gotong royong, kebiasaan pada acara udep-matee & masih banyak permasalahan lainnya, pada dasarnya masyarakat sangat cemas terhadap kondisi yang sedang terjadi saat ini namun mereka tidak bisa berbuat banyak hanya bisa memendam rasa, namun terlihat kecemasan dan ke kecewaan dirawat wajah mereka.
Alkisah pada suatu malam saat rapat umum di meunasah seorang tokoh pemuda Gampong MB setelah mendengarkankan curhatan warga yang mengiris hati menyayat jiwa tentang mundurnya kehidupan sosial masyarakat ke era jahiliyahan pemuda itu menyarankan / mendesak dan merekomendasikan perangkat desa untuk segera membuat Qanun Gampong yang berlandaskan kesepakatan bersama. Saat itu Yang Mulia Di Pertuan Agung Teungku Geuchiek mengiyakan rencana pembuatan Qanun tersebut dan diikuti oleh anggukan peserta rapat seisi meunasah.
Sampai detik ini Rancangan Qanun itu tak pernah direalisasikan, ternyata para tokoh masyarakat tersebut hanya "geudeungoe na geupengoe tan, anggok jeut pubuet han". Berdasarkan keluhan keluhan tersebut beberapa tahun terakhir ini penulis melakukan observasi juga wawancara untuk medapatkan gambaran  punca permasalahan, mencoba mencari titik temu dan solusi atas hambatan / kendala dan permasalahan sosial masyarakat di lingkungan domisili. Dengan analisa yg mendalam sehingga saya pribadi berkesimpulan;
*      Permasalahan dalam wilayah kekuasaan geuchik semakin bertambah dan menjadi jadi,
*      Masyarakat galau terhadap setiap problem sosial yang terjadi dalam lingkungan gampong, namun mereka tidak berdaya mencegah dan memperbaikinya,
*      Para Tokoh Masyarakat tidak mau ambil pusing atau tidak mau mengambil risiko juga menghindari konflik horizontal maupun vertikal atas kebijakan walau itu untuk kemaslahatan warga dan ketentraman lingkungan.
*      Satu dua tokoh masyarakat dan warga yang respect terhadap permasalahan yang sedang berkembang menjadi apatis bersikap mas bodo dikarenakan sikap pembiaran oleh para tokoh masyarakat.

Nah untuk tercapai dan suksesnya pembuatan Qanun Desa harus ada (tdk bisa tidak) seorang pemimpin desa ( geuchik) yg tegas,lugas, kreadible dan juga memiliki sifat simpatik & empeti plus didukung oleh perangkat desa lainnya juga warga secara maksimal. Sehingga akan menghasilkan suatu peraturan tatanan kehidupan sosial masyarakat yang sesuai dengan Agama, Adat kebiasaan ataupun kulture masyarakat di Gampong (Desa) tersebut. Sehingga lahirlah suatu peraturan Gampong  "Dari Kita Untuk Kita".

Komentar

  1. Lucky Club Casino Site - Live Casino UK
    Lucky Club Casino luckyclub - The Best Live Casino UK, Featuring Exclusive No Deposit Bonuses. Play now with a bonus of up to £500 + 100 Free Spins!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Identifikasi Risiko padaTindakan Gadar di UGD

TINDAKAN GAWAT DARURAT PADA KORBAN TABRAKAN BERUNTUN DI UGD RSUD PIDIE JAYA 1 . Risiko apa yang ada dan     siapa yang menanggung risiko :       A    Risiko yang ada pada tindakan gawat darurat di UGD Ø   Risiko Bagi korban / pasien ·         Pada tindakan dalam keadaan  gawat darurat dapat menyebabkan cedera bahkan kematian. Ø   Risiko bagi Tenaga Medis ·         Tertularnya penyakit menular, Seperti TB Paru, Hepatitis, dan lainnya ·         Tertusuk benda tajam, seperti abocet, jarum suntik, nald hacting, dll ·         kekerasan fisik oleh keluarga pasien karena emosi ·         Ancaman hukum pidana  B.  Risiko ditanggung oleh Ø   Tenaga Medis yang memberikan tindakan Ø   Pihak management Rumah sakit Ø   Korban ata...

Never a truce, destroy Israel

  Gencatan Senjata.. ?  Setelah ribuan Rakyat Palestina dibantai KAU hanya menawarkan gencatan sejata Tidak jauh beda ENGKAU dengan As-Sisi Ngakunya ENGKAU seorang Muslim  Memimpin Ummat Muslim terbesar di Dunia  Tidakkah KAU malu pada Chili, Bolivia dan lainnya Mereka lantang bersuara menentang kebiadaban Israel Mereka membaikot Produk Israel Meneriakkan "Israel real Terorrist in the world" KAU berkilah tidak melihat perang Gaza dari sudut Agama namun semata hanya atas nama kemanusiaan Lihatlah PM Turki  Recep Tayyip Erdogan & Parlemennya   Mereka pasang badan membela Kaum Muslimin Palestine Tiliklah PM Negeri jiran MU dengan tegas berkata Israel sebagai Pengganas Israel penjahat perang, seret PM    Benjamin Netanyahu    ke mahkamah HAM Internasional AKU malu.... AKU malu..... AKU tak sudi mengakui KAU sebagai pemimpin negeri berpenduduk Muslim terbesar Dunia KU katakan KAU bukan Pem...

Rakyat Aceh: Jangan Bantai Rohingya, Mereka Saudara Kami

Tiga sosok pembunuh berdarah dingin yang paling bertanggung jawab atas pembantaian  Muslim Rohingya di Myanmar (Burma). Tiga Iblis berwujud manusia ini membumihanguskan, membombordir membatai Saudara Muslim Arakan Rohingya. Aksi diplomatis negara di belahan bumi tak mereka hiraukan, teriakan demonstran mereka anggap suara bayi menangis, rintihan kesakitan dan air mata para wanita dan anak-anak tidak berdosa tak membuat mereka menghentikan kekejaman.  Sami Buddhist di back up junta militer dengan beringas membantai penduduk sipil wanita tak berdaya bahkan bayi yang belum mampu merangkak.  Mereka menggap Muslim adalah teroris, padahal sejatinya merekalah yang TERRORIST. Muslim ibarat lebah bila satu terusik maka satu sarang akan bereaksi. Junta Militer dan Sami Buddhist Myanmar telah membangunkan Singa yang sejatinya Cinta Damai.  Secara geografis Palestina (Gaza) memang jauh dengan Aceh / Indonesia untuk dijadikan medan jihad. Namun di seberang laut Saudara Kita Rohin...